Logo

Tiga Perintah: Wujud Ketaqwaan dalam surat An-Nahl: 90


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ayat tentang rentetan puasa Ramadan muaranya adalah taqwa. Semuanya kegiatan untuk mengisi hari-harinya hendaknya juga dalam kerangka menuju ketaqwaan. Lantas, bagaimana aplikasi taqwa dalam diri manusia? Taqwa adalah satu hal yang besar dalam Islam. Sebab ia mencangkup banyak dimensi, yaitu; dimensi syariah atau Islam, dimensi Aqidah atau iman, dan dimensi Akhlak atau ihsan.

۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat ihsan (kebajikan), memberi hak kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (Q.S. An-Nahl: 90)

Ayat ini mencangkup seluruh akhlak islamiyah yang menjadi cerminan Islam dan Iman, sebagai buah ketaqwaan. 

Tiga Perintah: Wujud Ketaqwaan

Di dalamnya disebutkan tiga perintah utama sebagai wujud ketaqwaan hamba, yaitu bersikap adil, ihsan, dan menunaikan hak orang lain.

1. Adil 

Adil adalah implikasi dari tauhid.

bermakna tauhid, dalam artian menempatkan sesuatu pada tempat yang semestinya, sebagai lawan dari dzalim. Maka keadilan tertinggi adalah beribadah kepada-Nya, sedangkan syirik merupakan kebalikannya.

2. Ihsan

Dalam Hadis Nabi disebutkan bahwa makna ihsan adalah Sembahlah Allah seakan kau melihat-Nya, jika kau tidak melihat-Nya maka (yakinlah) ia melihatmu. Inilah gabungan dari Islam dan iman.

3. Melaksanakan dan menunaikan hak orang terdekatnya, seperti sedekah, zakat, memperlakukan mereka dengan baik dan tepat. 

Perhatikan Enam Hak. Begitu juga hak yang disebutkan Rasulullah dalam enam hal:

sebagai contoh kongkritnya; 

1) Bila engkau bertemu dengannya, ucapkankanlah salam kepadanya. 

2) Bila dia mengundangmu, penuhilah undangannya 

3) Bila dia minta nasihat, berilah dia nasihat. 

4) Bila dia bersin lalu dia membaca tahmid, doakanlah semoga dia beroleh rahmat. 

5) Bila dia sakit, kunjungilah dia. 

6) Dan bila dia meninggal, ikutlah mengantar jenazahnya ke kubur. (HR. Muslim).

Jika kita menghendaki predikat taqwa, maka kita hendaknya berusaha untuk mengamalkan ketiganya dengan baik, yaitu bersikap adil, ihsan dan menunaikan hak orang lain.

Wa'alaykumsalam Warrahmatullahi Wabarakatuh


Penulis: Lujeng Paramastuti, S.Si. (Kepala SMPIT Bunayya Pekanbaru) 10 Ramadan 1442 H

Posting Komentar

0 Komentar